Slimpet, Dusun Dibalik Bukit dengan Antusias Warga yang Luar Biasa

Dua minggu lalu tepatnya pada hari Ahad 28 Agustus 2016 kami kesini, ke dusun Slimpet kec. Punggelan kab. Banjarnegara. Salah satu daerah pedalaman Banjarnegara yang pernah dan masih rawan akan adanya tanah longsor. Kesan pertama kami menginjakan kaki di daerah dengan ketingian 700 mdpl ini.. “luar biasa”. Jarak yang cukup jauh dari pusat kota, dan topografi yang membuat perjalanan kami naik turun, berlika-liku, dan tak jarang kami mengalami guncangan-guncangan akibat roda kendaraan kami yang menerjang jalan bebatuan. Namun, hal ini tidak mengurangi semangat kami untuk menyapa, saling menginspirasi masyarakat dusun Slimpet.

Menyapa masyarakat Slimpet, kami cukup terkesan dengan semangat dan antusias seluruh lapisan masyarakat disini. Mulai dari tokoh masyarakat, orang tua, remaja serta anak-anak. Masyarakat menyambut positif kehadiran kami disini. Pada saat kita melaksanakan kegiatan inspirasi di lapangan, seluruh masyarakat dari semua lapisan usia ikut berkumpul meski sasaran kegiatan kita adalah anak-anak.

Minggu, 11 September 2016 kami, enam belas relawan SIP berkunjung lagi ke Slimpet. Tapi kami tak sendiri. Kali ini  kami ditemani beberapa teman yang juga akan memberikan inspirasi. Ada ustadz Agus Triawan yang akan memberikan pengajian, tim dari RSUD dan PMI Kabupaten Banjarnegara yang memberikan pelayanan pengobatan gratis kepada masyarakat. Tak hanya itu, kami juga mengadakan kegiatan nonton bareng untuk anak-anak, dan bazar pakaian murah kerjasama dengan Siaga Sedekah Banjarnegara. Yaa.. ada empat kegiatan yang kami adakan pada hari ini. Pengajian, pengobatan gratis dan bazar diadakan di halaman Sekolah Dasar Slimpet. Sementara nonton bareng kami adakan di TPA.

Ada yang berbeda dengan perjalanan kali ini, jika perjalanan awal kami kesini menggunakan sepeda motor, kali ini kami menggunakan mobil bak terbuka. Yaa… mobil full AC yang cukup membuat sebagian relawan merasa mual karna jalan yang dilalauinya.

Kegiatan pertama adalah pengajian oleh Pak Agus Triawan (34th / Merden). Masyarakat berbondong-bondong menuju Sekolah untuk mengikuti pengajian. Tak hanya dari dusun Slimpet saja, tapi masyarakat dusun Banjaran-pun turut datang. Pengajian berlangsung cukup khitmat, diawalai dengan rebana dari pemuda Slimpet dengan MC kak Eko, pengajian ini berlangsung kurang lebih 1 jam.

Sementara di TPA, kak Mursi mengajak anak-anak bermain sebelum nonton film “sahabat Pemberani” dari KPK. Film ini mengisahkan 3 sahabat yang tersesat di hutan, namun dengan keberanian, kerja keras, dan kejujuran, mereka dapat bebas dari hutan dan kembali berkumpul dengan keluarga mereka. Dipandu kak Hesti, anak-anak menganalisis dan menyebutkan pesan moral apa saja yang dapat diambil dari film tersebut.

Keceriaan dan keseruan bermain dengan relawan dilanjutkan dengan kisah-kisah nabi yang di bawakan oleh Pak Imam, anak-anak sangat menghayati kisah yang diberikan. Setelah itu, kami bersama-sama menghafalkan 25 nabi.

Pukul 11.00, pengajian telah usai. Bapak-bapak dan ibu-ibu Slimpet sangat antusias mengerumuni lapak bazar yang diadakan. Kami mengadakan bazar baju murah serba 2000, baju ini adalah sumbangan dari para relawan kolaborasi dengan Siaga Sedekah Banjarnegara. Dan dalam kurun waktu 15 menit lapak bazar kamipun ludes, habis terjual.

Di ruang kelas, petugas dari RSUD tengah memeriksa warga Slimpet, mulai dari tensi darah, cek kesehatan hingga konsultasi langsung pada dua dokter cantik ini. Disisi lain petugas RSUD dibantu tim PMI tengah menyiapkan obat-obatan untuk warga yang membutuhkan. Kolaborasi dengan RSUD dan PMI ini sekaligus memperingati hari jadi RSUD yang jatuh pada 11 September ini.

 

(katyaorin)

Leave a Comment