SIP Kembali – Menginspirasi Generasi Muda di Pedalaman Negeri

Sekolah Inspirasi Pedalaman (SIP) kembali melakukan aksi menginspirasi di daerah pedalaman Banjarnegara untuk periode ke-2. SIP mentargetkan waktu enam bulan sebagai satu periode menginspirasi. Sasaran SIP kali ini adalah siswa siswi MI Muhammadiyah Karanganyar, kecamatan Purwonegoro. Kegiatan pertama kami adalah orientasi, yang dilaksanakan pada Minggu, 9 Oktober 2016. Kegiatan orientasi dilaksanakan dengan tujuan untuk saling mengenal antara relawan dengan adik-adik MI Karanganyar, antara relawan terhadap lingkungan sekitar MI Karanganyar.

Lokasi MI karanganyar di tempuh melalui medan ekstrim dengan tanjakan dan turunan curam yang sempit, sehingga sebagian besar siswa berangkat menuju sekolah dengan berjalan kaki. Mereka menunjukkan antusiasme yang besar. Al itu ditunjukkan dengan kehadiran siswa yang mencapai 90% dari keseluruhan siswa di Madrasah tersebut. Padahal hari itu adalah hari libur yang biasanya digunakan untuk bermain. Salah seorang relawan SIP  menyatakan, “Inspirasi datang bukan hanya dari orang kaya, berpendidikan, dan berpengalaman luar biasa, tapi inspirasi bisa datang dari adik-adik kecil di pedalaman yang berjalan kaki berjam-jam, mengenakan tas dan sepatu seadanya, melalui jalan terjal dan bangun sangat pagi agar tidak terlambat untuk sampai di sekolah. Semangat dan antusiasme adik-adik tetap membara, tergambar dari keceriaannya. Semua orang dapat menginspirasi dan semua orang dapat diinspirasi”.

Kami para relawan berangkat dari lokasi masing-masing menuju MI Karanganyar bersama-sama dengan mengendarai sepeda motor, karena akses jalan yang tidak memungkinkan untuk ditempuh menggunakan kendaraan roda 4. Jalanan yang kami lalui sedang dalam perbaikan, harapannya untuk kegiatan SIP berikutnya jalanan yang akan kami lalui sudah selesai perbaikannya.

Kegiatan orientasi di mulai dengan dikumpulkannya adik-adik MI di halaman sekolah, mereka berbaris dengan rapi sesuai dengan urutan kelas masing-masing dipandu oleh Imam Khaerudin, salah satu relawan SIP. Beliau adalah seorang guru SD di Banjarnegara yang sangat mendedikasikan dirinya untuk keberlangsungan kegiatan SIP. Adik-adik MI karanganyar mendengarkan kisah dari Imam tentang keteladanan rosul dengan seksama. Putri, salah satu kandidat Da’I cilik di kabupaten Banjarnegara pun turut memberikan tausyahnya kepada adik-adik MI Karanganyar. Kegiatan ini menambah wawasan adik-adik MI tentang bagaimana kita menjalani kehidupan sehari-hari dengan berpedoman kepada ajaran islam sesuai dengan tausyah yang di sampaikan oleh Da,I kecil kita, Putri.

Setelah tauisah selesai, acara dilanjutkan dengan perkenalan relawan kepada adik-adik MI Muhammadiyah Karanganyar, yang dipandu oleh Khoirul Anwar. Seluruh relawan SIP memperkenalkan diri dengan menyebutkan nama, tempat tinggal dan tidak lupa cita-cita kami para relawan, disambut dengan antusias oleh  adik-adik kita menjadikan suasana semakin ceria.

Adik-adik MI karanganyar selanjutnya di bagi menjadi tiga kelompok, yaitu kelompok A (kelas 1 dan kelas 2), kelompok B (kelas 3 dan kelas 4) dan kelompok C (KELAS  DAN KELAS 6). Masing-masing kelompok memasuki ruangan masing-masing, dimana kelompok A didampingi oleh Mursi dan Kurni, kelompok B didampingi oleh Eko dan Resti, kelompok C didampingi oleh Titin dan Tika. Kegiatan dikelas merupakan sesi diskusi dan sharing dimana relawan sebagai fasilitator anak-anak. Fasilitator menyampaikan beberapa profesi dengan deskripsi tugas hingga fungsi profesi, tujuanya adalah untuk membangun perhatian adik-adik kepada dunia profesional sehingga tertarik untuk bercita-cita lebih tinggi. Adik-adik MI Karanganyar dengan antusias menyampaikan cita-cita mereka dan alasan mengapa memilih cita-cita tersebut. Kegiatan diskusi dan sharing ini berjalan efektif, membangun hubungan yang lebih kuat antara relawan dengan adik-adik MI Karanganyar sehingga lebih mudah bagi kami para relawan untuk lebih memberi motivasi menjadi sukses meraih cita-cita kepada mereka.

Kelompok A yang notabene terdiri dari adik-adik kelas 1 dan 2 masih membutuhkan motivasi yang lebih. Berdasarkan informasi yang kami terima, sebagian besar adik-adik kelas 1 tidak pernah menempuh pendidikan di tingkat TK sehingga kegiatan sekolah dengan segala informasi yang mereka dapatkan merupakan hal baru bagi mereka. Berdasarkan masalah ini maka kami para relawan berencana akan melakukan terobosan langkah strategis guna membangun pola pikir adik-adik kelas 1 kaitannya dengan dunia sekolah bagi mereka. Harapanya melalui treatment khusus yang akan diberikan, mereka dapat dengan mudah beradaptasi dengan lingkungan sekolah, mandiri dan berani dalam artian berani unjuk diri dalam prestasi. Diskusi dan sharing pada kelompok B berjalan baik, adik-adik kelas 3 dan kelas 4 sangat antusias menanggapi penjelasan kami terkait dunia professional. Namun dalam kelompok B ini kami masih harus bekerja keras untuk membangkitkan motivasi siswa untuk tertarik kepada sebuah informasi yang dikatakan baru bagi mereka. Cara berpikir terbuka pada adik-adik kelas 3 dan kelas 4 masih perlu dikembangkan, sehingga apabila mereka menerima sebuah informasi maka informasi tersebut dapat mereka renungi.

Kelompok C memiliki karakteristik yang serupa dengan kelompok B, hanya saja mereka cenderung lebih mudah bosan. Masalah tersebut juga PR bagi kami para relawan untuk siap memberikan metode pengajaran yang menyenangkan dan sesuai bagi adik-adik kelompok C dan bahkan seluruh adik-adik MI Karanganyar. Kami akan merumuskan sebuah kegiatan dengan metode tertentu untuk memberikan dampak efektifitas transfer informasi dari kami kepada adik-adik MI Karanganyar.

Kegiatan dalam kelas tersebut telah menyita sebagian besar energy adik-adik MI Karanganyar, karena kami tidak hanya melakukan diskusi dan sharing tetapi juga kami melakukan game-game indoor yang ditujukan untuk mewarnai jalannya diskusi dan sharing agar lebih semangat dan ceria, sehingga kami memberikan kesempatan kepada mereka untuk beristirahat sejenak. Dalam sesi istirahat terlihat adik-adik ini ada yang memanfaatkan waktu untuk makan, berbincang dengan orang tua dan bercanda dengan beberapa relawan. Segerombolan anak laki-laki sedang asyik penasaran melihat-lihat kamera yang dibawa oleh fotografer kami, Pidaksa Ageng. Mereka mencoba-coba melihat tangkapan gambar melalui lensa kamera, meminta berfoto dengan beragam aksi lucu mereka.

Acara selanjutnya ialah closing. Seluruh adik-adik berkumpul di halaman sekolah membentuk sebuah lingkaran besar yang dipandu oleh Tya dengan penuh semangat. Kami melakukan ice breaking hokipoki dan game “berjanjilah teman”, selalu terlihat wajah ceria mereka. Antusiasme lain ditunjukkan para siswa saat closing yang enggan mengakhiri kegiatan meskipun saat itu hujan gerimis, mereka tidak rela ke-seruannya diakhiri. Harapan kami sebagai relawan SIP ialah agar kegiatan orientasi yang kami adakan dapat menumbuhkan semangat adik-adik dalam bercita-cita.

“ Semua orang adalah guruku dan semua tempat adalah sekolahku”

(Resty)

Leave a Comment