“Sharing and Caring” Upaya meningkatkan Budaya Literasi dan Kepedulian terhadap Sesama

Bertempat di Perpustakaan Jendela Dunia Merden pada minggu, 02 oktober 2016, telah terselenggara kegiatan “Sharing & Caring” Sekolah Inspirasi Pedalaman (SIP) Banjarnegara yang berkolaborasi dengan Komunitas Baca Banjarnegara (KOBAR). Kegiatan pertama yaitu sharing diisi dengan bedah buku karya Pramoedya Ananta Toer yang berjudul “Perempuan Remaja dalam Cengkeraman Militer” oleh kak Dian Kartika Dewi. Buku karya Pramoedya Ananta Toer ini berisi tentang perempuan remaja Indonesia yang dijadikan budak seks oleh para tentara Jepang pada Perang Dunia II. Catatan tersebut disusun berdasarkan keterangan teman-teman sepembuangan Pramoedya di Pulau Buru, serta hasil pelacakan mereka terhadap para budak seks yang ditinggalkan begitu saja di Pulau Buru setelah Jepang menyerah pada 1945. Dengan detail digambarkan bagaimana para perempuan itu diambil dari keluarganya diberbagai daerah, seperti apa mereka ditampung di pengepolan, sampai mereka mulai curiga dan tersadar akan penipuan Jepang selama diperjalan.

 

Kemudian setelah kak Dian selesai menjelaskan tentang buku tersebut, dilanjutkan dengan diskusi santai yang diikuti oleh anggota relawan SIP Banjarnegara, anggota KOBAR, dan juga adik-adik dari IPM mengenai isi buku dan realita saat ini yang khusunya terjadi di Banjarnegara. Harapan dari diskusi santai ini adalah para perempuan remaja dan pemuda-pemuda sekarang ini tidak lagi mengalami kisah yang sama seperti kisah pada buku karya Pramoedya.

Kemudian kegiatan selanjutnya yaitu caring, kegiatan caring dilaksanakan di daerah bencana tanah longsor di kecamatan Punggelan tepatnya di dusun Menggoro. Ada 9 orang relawan SIP yang terjun ke dusun Menggoro. Kegiatan ini diisi trauma healing oleh kak Tiya, kak Santi, kak Kinan, kak Mursi, kak Ayun, dan kak Hesti yang diikuti oleh adik-adik kecil sekitar dusun menggoro dengan berbagai macam permainan. Acara disambut dengan antusiasme yang tinggi dari anak – anak dusun tersebut. Keceriaan terlihat dari tawa yang tersurat dari bibir-bibir mungil mereka. Harapannya kegiatan ini dan dapat membantu anak – anak mengurangi trauma yang dialami akibat bencana tanah longsor.

Dari dua kegiatan yang telah sukses dijalankan semoga dapat dijadikan penambah ilmu, wawasan, dan juga pengalaman dalam kehidupan bermasyarakat. Kemudian dari kegiatan ini semoga generasi penerus dapat terjaga dengan baik dari sikap-sikap negatif yang dapat merusak nilai-nilai moral dan dapat berkembang menjadi seseorang berprestasi yang dapat merubah bangsa menjadi lebih baik tanpa adanya perbudakan seks dan bencana alam. Aamiin… (Hesti)

Leave a Comment