Pelatihan Teaching Skill Guru Muda Sukses Digelar

 

“Menjadi Guru Cerdas untuk Anak Berkualitas”. Kalimat itu yang menjadi tema Pelatihan Teaching Skill Guru Muda yang diselenggarakan SIP pada hari Sabtu – Ahad tanggal 28 – 29 Mei 2016. Kegiatan ini bekerja sama dengan lembaga sosial IHSAN (Indonesian Humanitarian and Sosial Aid Network). Diikuti oleh kurang lebih tiga puluh lima peserta yang sebagian adalah guru di sekolah dasar dan menengah baik negeri maupun swasta yang ada di Banjarnegara, sebagian lagi merupakan relawan SIP Banjarnegara.

Acara di mulai pada hari Sabtu (28/5) bertempat di Gedung ‘Aisyiyah Banjarnegara. Dipandu oleh trainer dari IHSAN, Henny Lukman, dengan materi Paradigma dan Wawasan Dunia Pendidikan. Materi disampaikan mulai jam 10.30 sampai dengan jam 15.00 WIB. Dengan metode ceramah, diskusi, dan dialog interaktif antara pembicara dengan peserta menjadikan suasana pembelajaran berjalan dengan penuh antusias.

Pada hari Ahad, pelatihan dilanjutkan di Aula Sasana Bhakti Praja Sekretariat Daerah Kabupaten Banjarnegara. Pada hari kedua ini, peserta di ajak untuk mempelajari cara-cara mengenal karaker anak didik dan bagaimana berinteraksi dengan mereka sesuai dengan karakter masing-masing. Dikarenakan karakter setiap anak berbeda-beda, maka guru dituntut untuk mampu mengenali karakter masing-masing dan mempunyai kemampuan untuk menyikapi anak didik sesuai dengan karakter masing-masing.

Ketua Panitia Pelaksana Pelatihan, Khoirul Anwar menyampaikan bahwa tujuan diselenggarakannya pelatihan ini adalah untuk memperbaharui mindset guru mengenai dunia pendidikan yang saat ini dirasa masih menyimpan banyak permasalahan. “Seorang guru yang sudah lama mengajarpun tidak ada jaminan apakah guru tersebut memiliki mindset dan visi menjadi guru yang mulia dalam dunia pendidikan. Bahkan ada guru yang hadir kepada siswa hanya sebagai rutinitas guru tersebut tanpa mengetahui karakter pribadi guru dan karakter peserta didik. Hal-hal dasar ini yang perlu diupgrade kembali oleh guru-guru sehingga dapat menjadi motivasi guru dalam mengajar.” ungkapnya. Harapannya, pelatihan ini dapat memberikan transfer ilmu yang baik dan menambah wawasan guru terhadap Pembelajaran yang Aktif, Kreatif, Efektif dan Menyenangkan (PAKEM).

Salah satu peserta pelatihan yang kami wawancarai, Najaat Vaya Mahdia Izzati mengatakan bahwa ia sangat berkesan dan bersemangat mengikuti pelatihan ini. “saya belum punya banyak pengalaman mengajar, sehingga dengan ikut pelatihan ini banyak sekali ilmu yang didapat sebagai modal untuk menjadi pendidik, baik di sekolah formal maupun mendidik anak di luar sekolah formal”. Wanita muda asal Desa Lengkong Kecamatan Rakit yang saat ini masih berstatus sebagai Mahasiswi Jurusan Psikologi Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta ini berharap pelatihan tidak berhenti sampai di sini, tetapi di adakan follow up secara rutin di waktu yang akan datang.

Semoga upaya kecil yang dilakukan oleh Sekolah Inspirasi Banjarnegara dapat memberikan manfaat dan dampak positif bagi perkembangan pendidikan khususnya di Kabupaten Banjarnegara.

Satu Asa Menginspirasi Banjarnegara!

(fit)

Leave a Comment