#catatan_inspirator – Pohon Cita-Cita

 

Sekolah Inspirasi Pedalaman – Tim SIP kembali melakukan kegitan rutin setiap hari minggu di MI Muhammadiyah Kalitengah Kabupaten Banjarnegara (27/9). Lima orang perwakilan turun kelapangan untuk melaksanakan kegiatan. Yuda merupakan penanggungjawab kegiatan minggu ini. Peserta SIP adalah siswa dari MI Muhammadiyah Kalitengah.

Peserta SIP berjumlah 50 anak, hanya saja tidak semua siswa turut berpatisipasi dalam kegiatan. Beberapa perserta dari luar pun turut dalam kegiatan. 4 peserta dari MTs Muhammadiyah Merden dan  2 peserta dari SMP Negeri Kalitengah. Mereka berenam ini merupakan siswa kelas 7 dari sekolah yang bersangkutan.

Kegiatan dimulai jam 08.00 WIB. Dibuka dengan senam pagi dipimpin oleh Yuda dan Kinanti. Mereka sebagai koordinator kegiatan. Pembagian kelompok peserta berdasarkan kelas dilakukan setelah senam pagi. Peserta di bagi menjadi 3 kelompok. Kelas 1 dan 2 kelompok I, kelas 3 dan 4 kelompok II, dan kelas 5 dan 6 kelompok III. “Pembagian kelompok seperti ini bertujuan agar kelas-kelas yang telah dipersiapkan bisa dikomunikasisan sesuai dengan peserta yang mengikuti kelas tersebut” ungkap Maulida selaku anggota SIP.

SIP membentuk tiga kelas untuk peserta. Kelas pertama merupakan kelas pemutaran video Dai Cilik yang ditonton oleh peseta. Maulida Helmi dan Ikfi Muallifa merupakan pendamping di kelas tersebut. Kelas kedua adalah menulis surat untuk idola. Yuda dan Dita membantu peserta dalam kegiatan. Fitran dan Kinan berada di kelas ketiga, belajar bernyanyi dan bermusik. Tiap-tiap kelas berlangsung 30 menit.

Peserta dalam persiapan  kelas dibantu  memilih kelas yang akan diikuti. Sehingga setiap kelas terisi oleh satu kelompok. Setelah kelas yang diikuti oleh peserta selesai, peserta boleh memilih kelas mana yang akan mereka ikuti. Kelas berjalan ini memaksimalkan waktu agar tidak ada kelas yang kosong.

Para pendamping setelah kegiatan kelas selesai, membantu peserta belajar membuat kesimpulan dari apa yang telah diikuti. Sebisa mungkin peserta memperhatikan dan mengambil ilmu dari apa yang telah mereka amati. Pengambilan kesimpulan digunakan sebagai koreksi. “Koreksi merupakan upaya evaluasi dari kegiatan untuk membantu mengetahui hal yang sudah tercapai dan hal yang masih perlu dikembangkan kembali,” jelas Ikfi Muallifa selaku peserta SIP.

Kegiapan SIP berjalan dengan lancar dan santai. Tidak terburu-buru dan tidak memaksakan peserta untuk segera menyelesaikan sesuatu. Setelah kelas selesai, peserta berkumpul di halaman sekolah dan mendapatkan pengarahan dari  Yuda  untuk mengikuti kegiatan berikutnya.

Kegiatan penutup SIP dilakukan dengan membuat “pohon cita-cita”. Setiap peserta dibagiakan kertas berbentuk daun. Setiap peserta menulis nama dan cita-cita mereka. Daun ditempel pada gambar pohon yang telah disediakan. Pembuatan pohon cita-cita ini bertujuan agar peserta menggantungkan cita-cita hingga peserta bisa memanjatnya dan meraih cita-cita mereka. (mualiifa)

Leave a Comment