#catatan_inspirator – Pancasila dan Batik

Garuda pancasila, Akulah pendukungmu, Patriot proklamasi, Sedia berkorban untukmu,,,

Pancasila dasar negara, Rakyat adil makmur sentosa, Pribadi bangsaku, Ayo maju maju! Ayo maju maju!

Ayo maju maju…!!

Lenting syair lagu itu bergema di halaman MI Muhammadiyah Kalitengah siang ini (4/9). Tidak seperti biasanya ada lagu Nasional tersiul dari bibir-bibir mungil mereka. Bahkan sekelas lagu Indonesia Raya tak berkumandang rutin setiap minggunya. Tidak seperti kita, yang menikmati pendidikan di tengah kota dengan fasilitas serba ada.

Ada apakah gerangan kami mendendangkan lagu Garuda Pancasila hari ini? Ya. Karena katanya kemarin adalah hari Kesaktian Pancasila. Demikian kata sebagian manusia Indonesia. Aku membaca catatan kecil di kalender yang tergantung indah di tembok rumahku, Aku membacanya dari berbagai portal media sosial, aku menyimak beberapa twit dan status beberapa orang yang berramai-ramai merayakan hari Kesaktian Pancasila lewat medsos mereka. Aku melihat beberapa orang di sekitar membicarakan tentang hari itu. Lantas dalam hati aku bertanya, untuk apa mereka melakukan semua itu? Apakah hanya seremonial belaka? Ataukah mereka memaknainya selepas itu?

Disini, di pinggiran lereng dusun Sirente Desa Kalitengah, dimana berdiri sebuah madrasah bernama MI Muhammadiyah Kalitengah, kami puluhan anak desa mencoba memaknai hari Kesaktian Pancasila. Kami mencoba membantu menumbuhkan semangat untuk menuntut ilmu, meraih pendidikan yang tinggi kepada anak-anak desa ini. Desa yang mempunyai tingkat pendidikan yang masih rendah. Bukankah sila kelima berbunyi keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia? Untuk itulah kami berdiri disini setiap minggunya untuk membantu menciptakan keadilan bagi masyarakat. Keadilan untuk mendapatkan ilmu. Bukankah adil bisa juga diartikan impas? Ketika kita mendapat 2 buah bukankah yang lain juga harus mendapatkan yang sama? Bukankah ketika kita pandai mereka juga harus pandai? Ketika kita bisa merasakan bersekolah dengan fasilitas yang tak terbatas bukankah mereka seharusnya juga begitu? Seyogyanya ketika kita mampu menjadi sarjana merekapun harus mampu. Maka, marilah ciptakan keadilan. Mereka berhak menempuh pendidikan seperti apa yang kita tempuh. Dengan segala macam permasalahan yang ada kita berusaha, memberikan inspirasi kepada sesama.

Selain hari Kesaktian Pancasila, orang-orang juga ramai merayakan hari batik Nasional. Satu hari dalam satu dimana kita memperingati hasil budaya Indonesia tercinta, kain batik sebagai kain khas Nusantara. Untuk itu pula kami berdiri disini mengenakan pakaian batik nan cantik. Kami mengajarkan dan memberikan contoh kepada anak-anak agar mereka cinta produk dalam negerinya. Kami berusaha berbagi apa yang kita tahu mengenai batik nusantara kepada anak-anak, apalagi di Kota dimana tempat mereka tinggal terdapat sentra batik yang baik kualitasnya. Semoga apa yang kami lakukan bisa membuat kami dan kalian lebih cinta terhadap budaya asli Nusantara tercinta.

Pancasila dan Batik, itulah tema kita pada kegiatan inspirasi minggu ini. Bertepatan dengan peringatan hari Kesaktian Pancasila dan hari Batik Nasional. Sedikit usaha yang dapat kami lakukan, dengan harapan memberikan semangat dan motivasi kepadamu, anak-anak yang tak seberuntung kami. Semoga kalian terinspirasi dan menjadi lebih pribadi yang lebih baik dan sukses daripada kami. Jadilah pemimpin masa depan bangsamu, dimanapun kau berada. (fit)

Leave a Comment